Rabu, 19 Agustus 2020

5 Hal Yang Perlu Diamati Dalam Pengangkutan Tbs

Pada prinsipnya, pengangkutan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit dijalankan dengan memindahkannya dari perkebunan ke pabrik. Alat angkut sawit yang biasanya dipakai ialah truk, baik dump truck maupun light truck. Beberapa perusahaan, utamanya yang memiliki perkebunan sawit di lahan gambut , ada pula yang memanfaatkan lori yang ditarik lokomotif sebab dinilai lebih efektif dan efisien. Pengangkutan TBS sawit atau FFB (Fresh Fruit Bunches) termasuk salah satu dari tiga mata rantai paling penting dalam budidaya kelapa sawit meliputi panen, angkut, dan olah disingkat PAO. Untuk mendukung kelancaran rangkaian mata rantai ini, semua proses mesti berjalan dengan baik dan tersinkronisasi. Sebagai pola, penghitungan keperluan armada pengangkutan dan asumsi hasil pengolahan pada saat melaksanakan proses pemanenan TBS. Setidaknya terdapat 2 faktor yang mempengaruhi proses pengangkutan TBS yakni organisasi panen, bentuk/contoh jalan di dalam perkebunan, keadaan/perawatan jalan, jenis dan tipe alat angkut, keadaan alat-alat transportasi, serta pengoperasian alat transportasi. Apabila proses pengangkutan ini dapat berjalan dengan lancar, maka manfaat-faedah yang bisa diperoleh antara lain menjaga ALB (Asam Lemak Bebas) bikinan harian 2-3%, menghipnotis kelancaran atau kapasitas pengolahan pabrik, mendukung keselamatan TBS di lapangan, dan mengurangi biaya pengangkutan seminimal mungkin. Terdapat 5 hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan TBS kelapa sawit, di antaranya : 1. Pembatasan Kapasitas Angkut Truk Memang benar, kian cepat proses pengangkutan TBS dijalankan maka kian baik. Kendati demikian, perlu pembiasaan kapasitas angkut kepada daya muat alat transport. Misalnya truk Mitsu***** PS 100 atau PS 120 memiliki daya muat maksimal 5-6 ton setiap perjalanan. Jadi untuk mewujudkan operasional kendaraan dan proses pengangkutan yang optimal, acara datang kendaraan ke lokasi panen dan pabrik kelapa sawit mesti disusun dengan baik. 2. Pengaturan Jadwal yang Baik Semua kendaraan wajib terisi bahan bakar pada pukul 06.00 atau waktu sore di hari sebelumnya. Kemudian, kendaraan-kendaraan ini mesti telah mulai mengangkut TBS pada pukul 07.00. Tandan pertama yang diangkut pada hari tersebut diusahakan sampai ke pabrik maksimal pukul 09.00 dan tandan terakhir dibawa selambat-lambatnya pukul 22.00. Masing-masing truk selanjutnya dilayani oleh 2-3 orang tukang muat bongkar dan 1 orang kerani muat. Sopir truk sebaiknya membawa bekal kuliner untuk mengefisienkan waktu istirahat. 3. Pengaturan Muatan yang Baik TBS sawit harus ditata dengan benar di dalam truk untuk mengoptimalkan kapasitasnya. Seluruh berondolan sebaiknya dimuat dengan memasukkannya ke karung dan meletakkannya di atas susunan TBS. Sedangkan tandan bau dan tandan kosong kelapa sawit tidak boleh dibawa sampai ke pabrik pembuatan. 4. Pemeliharaan Alat Angkut Seluruh alat yang digunakan untuk memuat TBS dari perkebunan ke pabrik wajib dipelihara dengan benar. Termasuk karung kosong yang telah dipakai untuk menyimpan berondolan sawit perlu dikumpulkan dan dikembalikan ke afdeling yang bersangkutan. Jangan sampai terjadi pemborosan budget balasan alat-alat yang mudah rusak/hilang. 5. Keamanan Pengangkutan Faktor keamanan juga perlu diperhatikan dalam pengangkutan TBS. Contohnya pemasangan jaring-jaring pada bagian muatan truk utamanya dikala melewati perjalanan yang jauh, melintasi jalan negara, atau lewat jalan yang rusak. Ingat, semua tandan buah yang jatuh mesti diambil dan dimasukkan kembali ke truk.
Sumber https://klpswt.blogspot.com


EmoticonEmoticon