Bagaimana cara menciptakan pupuk urea cair? Tahukah Anda, urea ialah pupuk bikinan yang tergolong ke dalam golongan pupuk nitrogen dan biasa digunakan dalam pertanian. Pupuk ini ternyata bisa dibentuk sendiri dengan mudah. Bahan baku pembuatannya bisa diperoleh di sekeliling pekarangan rumah. Di antaranya yaitu azolla, leguminosa, jerami/dedaunan hijau, dan urine hewan ternak. Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan tutorial simpel bagaimana tindakan dalam pengerjaan pupuk urea cair secara organik . Panduan ini akan sangat berfaedah bagi para petani yang kesusahan dalam menerima pupuk urea, baik itu alasannya adalah harga maupun kelangkaan. Selain mampu digunakan untuk menyuburkan kelapa sawit , pupuk ini juga anggun sekali bila diaplikasikan kepada tanaman sayur-mayur, palawija, dan holtikultura. Beberapa fungsi komponen nitrogen (N) yang terkandung di dalam pupuk urea antara lain : Merangsang daya kemajuan flora Mengisi organ dari sel tanaman itu sendiri Memurnikan protein dan asam amino dalam tumbuhan Merangsang pertumbuhan vegetatif bagian flora yang berwarna hijau seperti daun Meningkatkan kekokohan batang utama Alat dan materi yang dibutuhkan : 1 kg tepung daun lamtoro 1 kg tepung biji kacang panjang 10 gram terasi 2 ons gula merah 3 ons dedak halus 1 liter urine sapi/kambing EM4 seperlunya Jerigen ukuran besar Langkah-langkah cara pengerjaan : Rebus gula merah dengan air seperlunya biar berganti wujud menjadi cair. Sembari menunggu gula merah tersebut mencair, Anda bisa menumbuk terasi hingga halus. Masukkan tepung daun lamtoro, tepung biji kacang panjang, dedak halus, dan urine sapi ke dalam jerigen. Kemudian aduk supaya tercampur rata. Tambahkan cairan gula merah dan terasi halus ke dalam jerigen tadi. Lakukan pengadukan kembali sampai bahan-bahan di dalamnya tercampur secara merata. Setelah campuran semua bahan di atas sudah benar-benar tercampur rata, Anda mampu memasukkan EM4 secukupnya ke dalam jerigen tersebut. Aduk sekali lagi agar EM4 tersebut tercampur dengan bahan-materi yang lain. Jerigen kemudian ditutup dengan rapat. Selanjutnya simpan jerigen ini di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang tanpa kendala kurang lebih selama 14 hari. Setiap 3 hari sekali, Anda bisa membuka epilog jerigen tersebut sebentar untuk mencampakkan gas yang terjebak di dalamnya, lalu tutup kembali. Langkah-langkah cara penggunaan : Sebelum digunakan untuk memupuk berkembang-flora, Anda perlu melarutkan pupuk urea cair ini dengan air terlebih dulu. Perbandingan yang dipakai adalah 1:1. Kelapa sawit dan tumbuhan holtikultura lainnya perlu dikerjakan pemupukan menggunakan urea setiap 1-2 minggu sekali. Sedangkan pemupukan untuk flora palawija ialah setiap 2 minggu sekali. Dan untuk tanaman buah-buahan, berikanlah pupuk urea ini setiap setahun sekali pada ketika tamat pemanenan buah. Sumber https://klpswt.blogspot.com
pop
Minggu, 09 Agustus 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon