Jenis penyakit pada ikan koi sungguh beragam. Padahal penyakit pada ikan ialah dilema yang sangat berbahaya dan senantiasa mengintai dalam setiap proses acara budidaya yang dilaksanakan. Oleh sebab itu banyak sekali upaya senantiasa dilakukan untuk menangkal timbulnya penyakit pada ikan. Biosecurity ialah salah satu bentuk upaya yang dikerjakan untuk menekan peluangterjadinya penyebaran penyakit dalam unit budidaya yang dilakukan. Sehingga khusus penanganan penyakit mempunyai SOP tersendiri. Jenis penyakit ikan koi yang biasa menyerang sangat beragam. Masing-masing penyakit mampu dipicu oleh aneka macam macam keadaan yang sebetulnya berada dalam titik ketidak seimbangan antara faktor lingkungan, organisme budidaya dan eksistensi patogen. Jenis Penyakit Pada Ikan Koi dan Cara Penanganan Penyakit pada ikan koin sangat berbahaya karena mampu mengancam kehidupan ikan. Dampak paling berbahaya dari paparan penyakit ialah kematian pada ikan. Penyebaran penyakit mampu terjadi dengan sangat cepat sehingga ketika sat saja individu terpapar maka dapat dengan mudah menularkan pada individu dalam satu bak yang serupa. Berikut ini beberapa macam penyakit ikan koi yang biasa menyerang ikan yang dibudidayakan dan cara penanganannya : Penyakit Kapas Putih Penyakit pada ikan koi yang cukup sering meyerang yaitu kapas putih. Kapas putih ini ditandai dengan adanya semacam benang-benang halus pada permukaan tubuh ikan atau pada sirip. Hal ini disebabkan oleh jamur saprolegnia. Pemicu timbulnya penyakit kapas putih adalah keadaan ikan yang kurang sehat dan ditambah kondisi air yang keruh atau kurang baik. Jamur saprolegnia akan terlihat pada luka ikan koi. Pertumbuhan jamur ini akan kian baik jikalau disokong dengan kandungan bahan organik yang melimpah. Jamur saprolegnia yang menyerang ikan akan terlihat pada bab tubuh yang luka. Sehingga akan terlihat mirip luka tersebut tertutupi serat-serat halus. Tindakan untuk menanggulangi penyakit kapas putih yaitu dengan mencelupkan ikan koi yang terpapar ke dalam larutan garam dapur. Konsentrasi garam dapur yang dipakai berkisar 1,5 % sampai 2,3 %. Bulu halus pada badan ikan mampu dibersihkan memakai obat merah dengan pertolongan bulu ayam. Bintik putih ( white spot) Bintik putih adalah penyakit berupa bintik-bintik berwarna putih yang banyak tersebar di permukaan badan, sirip, kepala, ekor dan insang ikan koi. Penyakit ini dipicu oleh bisul protozoa berjulukan Ichchyophthirius multifilis Untuk menanggulangi penyakit ini yakni dengan mengoptimalkan suhu sampai beberapa tingkat. Kemudian dapat dikerjakan perendaman ikan dengan memakai bahan Methyline blue dengan dosis 5 gram untuk 100 liter air. Aplikasi Methylen blue mampu dilaksanakan pada wadah berbeda dari wadah pemeliharaan yang dipakai. Namun seringkali ada juga yang pribadi mengaplikasikannya pada wadah pemeliharaan. Penyakit lumpur Penyakit ini lazimnya disebabkan oleh infeksi kuman akhir tingginya kadar protein yang berasal pakan yang diberikan. Hal ini mampu berakibat pada kenaikan kandungan materi organik dalam air. Penyakit lumpur ini ditandai dengan adanya iritasi yang disebabkan basil. Penanganan penyakit ini dilaksanakan dengan merendam ikan koi ke dalam campuran air yang memiliki konsentrasi 10% garam krosok. Maksudnya adalah kadar garam krosok adalah sekitar 10% dari jumlah air yang dipakai untuk merendam ikan. Adapun perendaman dilakukan selama 1 jam. Penanganan lebih lanjut yakni dengan mengubah pakan dengan kandungan protein lebih rendah. Untuk itu perlu dikenali pakan alternatif apa saja yang cocok bagi ikan koi. Contoh pakan yang bisa digunakan sebagai alternatif adalah selada dan kubis. Luka akibat bergesekan dengan permukaan garang bak Selain akhir patogen, penyakit atau luka pada ikan dapat diakibatkan oleh goresan. Permukaan kolam yang mungkin terlalu bergairah dan balasan padatnya populasi menciptakan ruang gerak ikan koi menjadi terbatas. Akibatnya gesekan antara individu maupun antara ikan dengan dinding bak kerap tidak mampu dikesampingkan. Jika terlalu sering terjadi maka mampu menimbulkan luka pada bab badan ikan. Hal ini bisa pula diakibatkan saat pemberian pakan dijalankan, ikan akan berkumpul pada satu titik dan saling bergesekan. Untuk menghemat kemungkinan ikan bergesek dengan dinding bak maka derma pakan dikerjakan agak jauh dari tepi kolam. Perbaiki pula konstruksi bak, seharusnya gunakan bak berbentuk lingkaran, atau pada sudut jangan dibuat lancip. Usahakan permukaan kolam dipoles dengan baik atau sehalus mungkin. Tindakan bagi ikan yang terluka akhir ukiran dapat dikerjakan dengan memisahkan dari kawanan sementara kemudian dipelihara dalam wadah yang lebih aman sampai lukanya sembuh. Selain itu untuk menyingkir dari infeksi mampu dijalankan perendaman dengan larutan monafuracin selama 4 hingga 5 hari. Si cacing jangkar ( Lernaea ) Learnea atau cacing jangkar sering menyerang bab insang ikan. Akibatnya ikan yang dihinggapi patogen ini akan kehilangan bobot tubuhnya sebagai balasan cacing ini terus menyerap cairan pada tubuh ikan melalui insang. Namun sering kali cacing ini juga menyerang bab permuakaan tubuh ikan koi. Pada ikan yang mempunyai ciri-ciri badan yang bentuknya kurang ideal maka bisa segera dilakukan diagnosa untuk mengantisipasi serangan cacing jangkar. Untuk penanganan cacing jangkar dilaksanakan dengan mencabut secara manual cacing yang melekat pada insang ikan. Namun bila jumlah cacing terlampau banyak maka lakukan perendaman dengan formalin takaran 25 ppm untuk 10 menit untuk 2 hingga 3 kali setiap rentang 2 hari. Mulut jamuran Jika ekspresi ikan koi terlihat berwarna putih atau ada bercak putih maka hal ini ialah tanda penyakit mulut jamuran pada ikan koi. Penyakit ini disebabkan oleh bengkak jamur exibactercolumnaris yang mengakibatkan luka pada ekspresi ikan. Penyakit jamur ikan koi bisa harus ditangani dengan baik. Untuk ikan yang terpapar dikerjakan dengan dengan perendaman ikan ke dalam air yang berisi 10% garam krosok. Ikan yang terpapar seharusnya dipelihara pada wadah berlawanan. Tindakan Tepat Bagi Ikan yang Terserang Penyakit dan Luka Ikan yang terpapar penyakit atau mengalami luka mampu saja diakibatkan oleh beberapa hal. Misalnya saja penyakit niscaya disebabkan oleh patogen. Hal ini berbahaya alasannya 1 ikan yang terkena penyakit mampu menjadi carier bagi ikan dalam wadah yang sama. Solusi paling sempurna jika terdapat ikan yang sakit atau memberikan tanda-tanda terpapar penyakit secepatnya pisahkan dari kawanan. Sebab jika tidak dilaksanakan langkah-langkah sesegera mungkin bisa saja ikan lain yang sehat akan terpapar penyakit yang serupa. Setelah dipisahkan baru lakukan tindakan pengobatan. Ingat untuk menentukan diagnosa penyakit apalagi dahulu baru dijalankan pengobatan supaya penyakit mampu secepatnya diatasi. Adapun harus tetap memerhatikan dosis penggunaan materi obat. Jika obat berlebihan hanya akan mubazir, parahnya juga mampu memiliki dampak jelek bagi ikan. Seperti penggunaan antibiotik yang mengakibatkan residu atau patogen menjadi kebal terhadap obat tersebut kalau dipakai kembali. Untuk mengantisipasi penyebaran maka tentukan pemicu terjadinya penyakit lalu ambil tindakan pencegahan. Jika keadaan air memang kurang baik segera kerjakan sirkulasi atau penggantian. Itulah ulasan tentang Jenis Penyakit Pada Ikan Koi dan Cara Penanganan. Semoga bermanfaat dan membantu bagi teman. Sumber https://belajarmembudidayaikan.blogspot.com
pop
Jumat, 10 Juli 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon